News
Dampak PPKM, Ekonomi Indonesia Kembali Melambat di Triwulan III

Friday, 05 November 2021

Dampak PPKM, Ekonomi Indonesia Kembali Melambat di Triwulan III

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia pada triwulan III 2021 tumbuh 3,51% year on year (yoy).

Angka pertumbuhan tersebut diukur dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) yang tercatat Rp 4.325,4 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 2.815,9 triliun. 

Tingkat pertumbuhan itu melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II 2021 yang mencapai 7,07% yoy. 

Secara spesifik, dapat dilihat sektor usaha yang mengalami pertumbuhan paling tinggi yaitu jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sebesar 14,06% serta sektor pertambangan dan  penggalian sebesar 7,78%.

Pelambatan terjadi di semua komponen pengeluaran pembentuk PDB, seperti konsumsi rumah tangga yang hanya tumbuh 1,03%, konsumsi LNPRT tumbuh 2,96%, konsumsi pemerintah tumbuh 0,66%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi sebesar 3,74%, ekspor tumbuh 29,16% dan impor tumbuh 30,11%.

Sementara jika dilihat lapangan usahanya, beberapa sektor yang tumbuh melambat di antaranya industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, transportasi dan pergudangan serta sektor lainnya.

Namun, beberapa sektor justru tumbuh lebih tinggi dari kuartal II 2021 yoy, seperti pertambangan dan pertanian.

Dampak PPKM

Menurut Kepala BPS Margo Yuwono, pelambatan ini merupakan dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), menyusul peningkatan kasus harian Covi-19 pada periode Juni-Juli 2021.

Pembatasan tersebut kemudian berdampak pada kegiatan ekonomi pada periode tersebut. 

Di Bawah Ekspektasi

Selain melambat, angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021 juga tidak setinggi ekspektasi pemerintah dan Bank Indonesia, yang berharap bisa tumbuh masing-masing sebesar 4,5% yoy. dan 5% yoy.

Mengutip Kontan.co.id, ekspektasi pemerintah itu didorong oleh sikap optimis karena melandainya kasus Covid-19. Selain itu, pemerintah melihat sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan seperti indeks keyakinan konsumen pada bulan September yang tercatat sebesar 95,5%, lebih tinggi dari bulan Juli dan Agustus yang masing-masing sebesar 80,2 dan 77,3. (asp)



Related


Global Recognition
Global Recognition | Word Tax     Global Recognition | Word TP
Contact Us

Jakarta
MUC Building
Jl. TB Simatupang 15
Jakarta Selatan 12530

+6221-788-37-111 (Hunting)

+6221-788-37-666 (Fax)

Surabaya
Graha Pena 15th floor
Jl. Ahmad Yani 88
Surabaya 60231

 

Subscribe

For more updates and information, drop us an email or phone number.



© 2020. PT Multi Utama Consultindo. All Rights Reserved.