Continuous Professional Development merupakan program pengembangan berkelanjutan yang dilakukan oleh karyawan secara mandiri. Pengembangan yang dimaksud terkait dengan ilmu pengetahuan teknis maupun non-teknis (soft skill), seperti menulis, membaca buku, menghadiri training, diskusi, dan lain sebagainya. Selain itu, karyawan juga dapat mengikuti beragam aktivitas, baik yang diselenggarakan internal perusahaan maupun oleh pihak ketiga di luar perusahaan. Perusahaan memfasilitasi program pengembangan ini melalui sebuah sistem digital internal, di mana tiap-tiap karyawan dapat mencatat program pengembangan yang dilakukannya. Program pengembangan CPD ini memiliki target poin minimum sesuai dengan jabatan masing-masing karyawan yang harus dicapai karena menjadi salah satu indikator pertimbangan bagi manajemen untuk menilai kelayakan karyawan dalam promosi jabatan. Program ini dilakukan untuk memotivasi seluruh karyawan untuk terus mengembangkan diri secara mandiri dan menjadikan pengembangan diri sebagai budaya yang mengakar dalam keseharian karyawan.

Merupakan bentuk dari penerapan learning organization oleh perusahaan melalui program bedah kasus oleh para karyawan, yakni dengan penanganan sebuah kasus komprehensif yang memuat beberapa disiplin ilmu terkait dengan pekerjaan sehari-hari. Tujuan dari program study case ini adalah untuk mengasah analytical thinking, critical thinking, dan proses kerja sama antaranggota tim. Pada pengerjaan study case ini, karyawan akan dibagi dalam tim lintas divisi dengan tujuan agar karyawan mendapat sudut pandang yang berbeda. Kasus pun akan dibuat dengan cermat untuk mengakomodir banyak sudut pandang lintas divisi sehingga memperkaya wawasan dan pemahaman karyawan. Selanjutnya, setiap tim akan diberikan kesempatan untuk memaparkan kasus yang ditangani di hadapan seluruh karyawan melalui kegiatan diskusi. Di akhir kegiatan, setiap tim akan membuat karya tulis terkait kasus yang ditangani tersebut.

Merupakan bentuk dari penerapan learning organization oleh perusahaan melalui program bedah buku yang bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi dalam perusahaan; memperluas wawasan; meningkatkan kemampuan non-teknis (soft skill), analytical thinking, dan critical thinking; serta meningkatkan kerja sama antarkaryawan. Tema buku yang diangkat dalam book discussion ini terkait dengan isu pengembangan, profesionalisme, manajemen, serta wawasan global. Dalam program ini, karyawan akan dibagi ke dalam beberapa tim lintas divisi dengan tujuan agar menghasilkan beberapa sudut pandang yang berbeda. Tiap-tiap tim memiliki coach yang merupakan karyawan di level supervisor dan mentor yang merupakan karyawan di level managerial yang akan membantu tim dalam proses pemahaman isi buku dan pengambilan kesimpulan dari buku yang dibedah. Setelah proses diskusi intratim, setiap tim akan diberikan kesempatan untuk memaparkan isi buku kepada seluruh karyawan dalam sebuah forum diskusi yang menarik serta atraktif agar semua karyawan mendapat wawasan baru melalui buku yang menjadi topik bahasan.

Program Training merupakan program pengembangan yang dilakukan secara berkala terkait dengan kemampuan teknis dan non-teknis (soft skill) karyawan. Program ini dibentuk sebagai upaya perusahaan mewujudkan learning organization sehingga tercipta budaya belajar berkesinambungan bagi seluruh karyawan di perusahaan. Program training yang bertemakan ilmu pengetahuan teknis (technical skill) dilakukan dengan membuat kelompok training tiap divisi untuk membahas isu teknis sesuai dengan lingkup pekerjaan.

Namun, pada waktu tertentu, training juga dapat dilakukan dengan metode kolaborasi lintas divisi untuk membahas isu teknis yang sedang hangat dibahas agar tercipta pemerataan wawasan bagi karyawan di tiap divisi. Begitu juga pada program training yang bertemakan ilmu pengetahuan non-teknis (soft skill), training dilakukan secara berkala dengan mengangkat topik pilihan yang dibutuhkan karyawan. Topik pilihan tersebut telah dipetakan melalui proses assessment kebutuhan training oleh tenaga psikolog profesional yang kemudian dikembangkan dalam program training soft skill internal. Selain topik tersebut, terdapat juga pelatihan public speaking yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam berbicara dan melakukan pemaparan ide di depan publik, serta meningkatkan kepercayaan diri para karyawan.

Coaching Leadership merupakan program pengembangan skill kepemimpinan yang dilakukan melalui metode group coaching yang diperuntukkan bagi para calon pemimpin, dimulai dari jabatan konsultan senior sampai dengan managerial level. Program ini difasilitasi oleh tenaga profesional pemegang Certified Professional Coach yang akan memimpin sesi group coaching dengan mengangkat isu kompetensi kepemimpinan, penyelesaian permasalahan dalam tim, dan pengembangan tim. Tujuan dari program coaching leadership ini adalah untuk melatih jiwa kepemimpinan, mengembangkan critical thinking, membangun keberanian mengeluarkan pendapat, serta menjadi wadah berdialog untuk saling bertukar ide dan inspirasi antara calon pemimpin.

Sharing with Partners merupakan forum diskusi yang dapat dihadiri oleh karyawan dari semua level dengan mengundang Partner sebagai narasumber. Program ini dibentuk sebagai upaya perusahaan mewujudkan learning organization serta humane company sebagaimana nilai yang dianut oleh perusahaan. Dalam forum diskusi ini, topik yang diangkat adalah terkait pengembangan soft skill, kompetensi dasar sebagai pekerja profesional, dan pengembangan kompetensi kepemimpinan. Tujuan dari program ini yaitu untuk menjembatani komunikasi antara karyawan dan pemimpin perusahaan, serta menginspirasi karyawan dalam menduplikasi pola pikir dan value pemimpin perusahaan. Pada forum ini, karyawan dapat menyampaikan pertanyaan seputar topik yang diangkat, mendiskusikan kendala yang dihadapi dalam mencapai kompetensi yang dibahas, dan dapat pula memberikan masukan dan pandangannya secara bebas dan langsung kepada pemimpin perusahaan.

Competency test adalah program pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui kemampuan teknis karyawan, baik kekuatan maupun hal yang perlu ditingkatkan. 

Hasil competency test akan dijadikan peta dasar untuk mengembangkan karyawan karena memuat informasi penting terkait:
  1. Kekuatan teknis karyawan agar dapat diasah dan dimanfaatkan sebagai kekuatan karyawan tersebut sehingga pada pembagian penugasan, peta ini dapat digunakan untuk memberikan penugasan yang tepat; dan
  2. Acuan bagi pimpinan dalam melakukan program pengembangan teknis bagi sub- ordinate agar tepat sasaran, sesuai dengan kompetensi teknis yang masih menjadi catatan perbaikan.
    Program competency test ini dilakukan oleh perusahaan sekali dalam satu tahun. Atas hasil competency test tersebut, setiap karyawan berhak untuk berdiskusi dengan atasannya untuk melakukan upaya self-improvement.

Performance appraisal merupakan evaluasi sistematis terhadap kinerja karyawan yang dilakukan secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun. Tujuan dari program ini adalah untuk memahami kinerja dan kemampuan karyawan yang didapat melalui beberapa jenis penilaian, yaitu penilaian oleh karyawan kepada diri karyawan tersebut (self-assessment), penilaian oleh karyawan kepada atasan karyawan (leader assessment), dan juga penilaian oleh karyawan kepada bawahan karyawan tersebut (sub-ordinate assessment). Hasil dari performance appraisal ini menjadi salah satu bahan pertimbangan perusahaan dalam merencanakan pengembangan karir lebih lanjut bagi karyawan yang bersangkutan sehingga posisi yang paling penting diisi oleh individu yang paling mampu. 

Performance appraisal dilakukan melalui sistem digital perusahaan, di mana para karyawan wajib melakukan pengisian formulir penilaian secara online terlebih dahulu. Setelah itu, dilakukan proses diskusi dengan bertatap muka secara langsung dengan atasan dan/atau sub-ordinate atas hasil performance appraisal yang didapat. Hal ini merupakan media komunikasi yang terbuka antara atasan dan bawahan dalam mendiskusikan karier dan pengembangan diri karyawan tersebut.

Squad project merupakan program pengembangan yang bertujuan untuk membangun ekosistem dan budaya inovasi di dalam perusahaan. Dalam program ini, seluruh karyawan diberikan kesempatan untuk menuangkan ide-ide inovasi untuk pengembangan perusahaan dengan membentuk kelompok kerja yang akan menggarap proyek inovasi tersebut. Kelompok kerja ini disebut squad project.

Squad project dibentuk secara mandiri oleh karyawan yang mengusulkan proyek tanpa harus sesuai dengan tata urutan jabatan dalam struktur organisasi. Semua karyawan dari level dan divisi apa pun dengan visi dan misi yang sejalan dapat bekerja sama dalam satu kelompok untuk membuat proyek inovasi berjalan. 

Squad project dibangun untuk menggali dan menyalurkan ide-ide kreatif karyawan, menciptakan budaya kolaboratif dalam perusahaan, mengembangkan jiwa intrapreneur, mengasah jiwa kepemimpinan, dan membidik para calon pemimpin masa depan dalam perusahaan.

English Club merupakan program pengembangan yang dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris karyawan. Program English Club ini digerakkan oleh Divisi Quality Assurance, dengan membuat kelompok-kelompok diskusi yang membahas isu-isu yang menarik dan ringan, sehingga tercipta proses diskusi yang interaktif. Selama proses ini, seluruh karyawan wajib menggunakan Bahasa Inggris agar kemampuan verbal dan tulisan Bahasa Inggris karyawan dapat berkembang.

Perusahaan menetapkan bahwa tiap karyawan yang bergabung dalam perusahaan akan disertakan dalam program screening potensi psikologi. Tujuan program ini adalah untuk memetakan potensi kekuatan, bakat, sikap kerja, dan aspek kepribadian yang harus dikembangkan agar karyawan berkembang optimal sesuai dengan potensi diri yang dimilikinya. Selanjutnya, pada posisi tertentu, karyawan akan diikutkan dalam program psychological assessment untuk mendapatkan peta perkembangan sikap kerja, potensi yang dimiliki, serta potensi kepemimpinan yang berkembang pada dirinya. Program ini diperuntukkan bagi para karyawan yang akan memasuki tahap persiapan menjadi pemimpin. Kedua tes tersebut ditangani oleh tenaga psikolog profesional dari lembaga terpercaya yang akan memberikan hasil penilaian secara independen. 

Selain itu, atas hasil screening potensi dan psychological assesment yang dimilikinya, setiap karyawan akan mendapat sesi feedback untuk mendapatkan arahan dalam memanfaatkan serta memaksimalkan potensi kekuatan yang dimilikinya dan untuk meningkatkan atau memperbaiki aspek yang masih menjadi catatan baginya. 

Melalui program ini, perusahaan memiliki peta strategis terkait kepribadian dan potensi yang dimiliki oleh tiap-tiap karyawan sehingga program pengembangan setiap karyawan disesuaikan dengan potensi yang dimilikinya. Selain itu, program ini adalah bentuk perusahaan menghargai setiap potensi yang dimiliki karyawannya dan merupakan perwujudan nilai humane company yang dianut oleh perusahaan.

Jumat Bersih merupakan program kolaboratif seluruh karyawan untuk menciptakan kebersihan dan kerapihan ruang kerja. Program ini digerakkan oleh Divisi Document Centre dan Building Management dengan melibatkan seluruh karyawan untuk membuat laporan kondisi ruang kerja ketika terdapat kerusakan atau masalah lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan kerja sama tim dalam menjaga lingkungan perusahaan, meningkatkan ikatan antar karyawan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bagi tiap karyawan terhadap kenyamanan lingkungan kerjanya.

MSI Global Alliance

Global Recognition
Global Recognition | Word Tax    Global Recognition | Word TP
Contact Us

Jakarta
MUC Building
Jl. TB Simatupang 15
Jakarta Selatan 12530

+6221-788-37-111 (Hunting)

+6221-788-37-666 (Fax)

Surabaya
Graha Pena 15th floor
Jl. Ahmad Yani 88
Surabaya 60231

+6231-828-42-56 (Hunting)

+6231-828-38-84 (Fax)

Subscribe

For more updates and information, drop us an email or phone number.



© 2020 All Rights Reserved
Need Our Services?