Monday, 29 April 2019

Ditjen Bea Cukai Waspadai Kegiatan Usaha Jastip

Ditjen Bea Cukai Waspadai Kegiatan Usaha Jastip

 

JAKARTA-- Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai menghimbau pelaku usaha jasa-titip pembelian barang dari luar negeri agar memperhatikan ketentuan perpajakan atas barang yang dibeli dari luar negeri.

Mengingat tren kegiatan usaha yang sering disebut dengan jastip ini memang terus meningkat. Karena dengan menggunakan jastip, seseorang berharap bisa membeli barang dari luar negeri tanpa harus berurusan dengan kewajiban pajak impor.

Sebab, barang tersebut akan masuk ke Indonesia terlihat seperti barang yang akan dipakai sendiri oleh pembawa barang.

Padahal, seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 203/PMK.04/2017 barang bawan penumpang yang bebas pajak impor maksimal yang nilainya US$ 500 per orang.

Sehingga jika ada orang yang membawa barang lebih dari nilai tersebut, kelebihannya akan dikenakan pajak impor.

Pemerintah mengaku beberapa waktu lalu berhasil menemukan pelaku usaha jastip, yang membawa barang di atas ketentuan tersebut. Sehingga, dia diwajibkan untuk membayar bea masuk dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari nilai barang.

 


RelatedNews

Previous Next
Publication
Tax Guide, Tax Blitz, and other complimentary publications to download
Event
MUC Training schedule in 2019: Information and Registration
News
The latest tax related news, articles, infographic, video, and more
top button
Multi Utama Consultindo