Logo MUC

News

Taxation

ROBERT PAKPAHAN DAN SETUMPUK TUGAS DIRJEN PAJAK BARU

Date : 04 Desember 2017

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik Robert Pakpahan sebagai Direktur Jenderal Pajak pada Kamis (30/11), menggantikan Ken Dwijugisteadi yang purna tugas per 1 Desember 2017.

Mantan Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR) itu diwariskan setumpuk “Pekerjaan Rumah” untuk menuntaskan sejumlah agenda reformasi perpajakan. Tugas paling nyata di depan mata adalah mencapai target penerimaan pajak tahun ini, yang dipatok sebesar Rp1.283,6 triliun di APBN-P 2017.

Permasalahannya, realisasi penerimaan pajak hingga akhir bulan ke sebelas masih jauh dari harapan. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), realisasi penerimaan pajak sejak awal tahun hingga Kamis pagi (30/11)  sekitar Rp1.000 triliun atau baru sekitar 77,9% dari target. Artinya, dalam tempo sebulan terakhir ini, DJP harus mengejar setoran pajak sekitar Rp283,6 triliun.

 

Jangan Gaduh!

 

Adalah Sri Mulyani Indrawati, yang dalam pidato pelantikan, meminta Robert untuk mengejar target penerimaan tersebut. Namun, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengingatkannya untuk wajib pula memperhatikan kondisi dunia usaha dan jangan sampai menimbulkan kegaduhan.

 

Sementara terkait reformasi perpajakan, Robert sudah ditunggu oleh setumpuk agenda. Antara lain revisi Undang-Undang (UU) Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), UU Pajak Penghasilan (PPh), UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan membahas UU Konsultan Pajak yang diusulkan oleh DPR.

Terkait jabatan barunya, Robert mengatakan fokus jangka pendek DJP adalah mengamankan penerimaan pajak di 30 hari tersisa. Tujuannya, agar defisit APBNP tidak melebar dari rencana awal, yakni berkisar 2,67% hingga 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

 

 

Source :

https://mucglobal.com/home

« Back to Index